Memilah Income Menjadi Tiga Bagian

Aktifitas pekerja seluruh dunia yang paling di senangi adalah saat menandatangi slip gaji bulanan (termasuk kita), namun dibalik itu semua kita harus bijak dalam membelanjakan keuangan yang ada. Menurut ahli perencana keuangan (Safir Senduk) income yang kita dapatkan harus dipilah menjadi tiga bagian.

Sepertiga pertama digunakan untuk membayar angsuran, entah itu rekening listrik, air, telepon, angsuran rumah, bahkan untuk arisan-pun. Sehingga total nilainya jangan sampai lebih dari sepertiga total income kita.

Sepertiga kedua digunakan untuk membayar pengeluaran rutin atau seluruh biaya kebutuhan hidup sehari-hari semisal biaya pulsa, biaya bensin, ongkos naik angkot, beli beras, minyak dan sebagainya.

Sepertiga yang terakhir dialokasikan untuk di tabung atau jika nilainya sudah besar (akumulatif) bisa untuk modal invenstasi. Baik dalam bentuk joint venture dengan teman untuk membuka usaha atau ikut serta menanam modal untuk usaha saudara yang ada di kampung halaman sehingga aset kita menjadi harta produktif.

Dengan memilah income yang masuk ke rekening menjadi tiga bagian maka secara tidak langsung kebutuhan hidup dapat tercukupi disamping pos dana cadangan setiap bulan dapat terus bertambah. Sehingga kelanggengan rumah tangga (bagi yang sudah berkeluarga) tetap terjaga dan ibadah menjadi tenang.

Amiin…..

Keuangan Aman Sepanjang Tahun

Kamis, 8 Januari 2009 | 14:33 WIB

Mengapa satu dari empat orang gagal mewujudkan resolusi keuangan mereka? Karena mereka membuat resolusi itu terlalu umum. Mungkin, Anda termasuk di antaranya. Untuk memudahkan Anda membuat rencana keuangan sepanjang tahun ini, CHIC rumuskan rencana itu dalam 12 langkah mudah yang bisa direalisasikan setiap bulan.

Jika hanya satu langkah yang bisa diwujudkan, keuangan Anda takkan berbeda jauh dari tahun sebelumnya. Sebaliknya, mewujudkan beberapa langkah, Anda akan membuat perbedaan besar dalam keuangan Anda. Dan, jika Anda bisa merealisasikan semuanya, Anda akan bahagia tahun depan. Ready?

JANUARI: BUKA TABUNGAN

Seringkali meski menabung sudah diniatkan, menjelang masa liburan, hari raya keagamaan atau akhir tahun, tabungan akan terkuras karena besarnya pengeluaran di waktu-waktu itu. Padahal, semangat kita untuk menabung sudah sangat besar pada 1 Januari.

Nah, jika menabung menjadi tujuan utama di tahun ini, maka Anda perlu merinci sedikit soal resolusi ini. Misalnya, berapa banyak uang yang ingin Anda simpan setiap bulan. Tentukan secara realistis sesuai kemampuan keuangan. Tentu dengan tetap memerhatikan bahwa untuk menabung, Anda wajib menyisihkan minimal 10% dari penghasilan setiap bulan.

Bagaimana agar Aman? Masukkan uang tadi ke dalam tabungan berjangka, dan buatlah agar rekening tabungan ini bisa didebet secara langsung dari rekening utama. Usahakan pendebetan tak jauh dari tanggal Anda menerima gaji. Dijamin, Anda takkan terlewat untuk menabung.

FEBRUARI: CATAT SEMUA PENGELUARAN

Entah mengapa, ide membuat anggaran bulanan sering membuat kita pesimis duluan dan malas memulainya. Padahal, tujuan utama membuat anggaran bukan untuk membatasi pengeluaran, melainkan untuk melacak ke mana perginya uang Anda setiap bulan.

Dari situ Anda bisa mengetahui bahwa mungkin uang Anda setiap bulan terlalu banyak digunakan untuk perawatan wajah atau untuk hiburan. Tidak tahu bagaimana membuat anggaran? Buka situs http://money.ninemsn.com.au/managing-money/tools/budget-planner.aspx.

MARET: PERHATIKAN KARTU KREDIT

Banyak pemilik kartu kredit bermasalah dengan cicilan utang. Coba perhatikan, berapa besar dari gaji Anda yang dibayarkan untuk memenuhi minimum payment kartu kredit Anda? Memang ketidakpedulian akan bunga kartu kredit, membuat kita dengan sesuka hati menggeseknya setiap melihat barang bermerek sedang sale.

Nah, mulai hari ini coba perhatikan tagihan kartu kredit Anda. Berapa besar bunga yang harus Anda bayar? Setiap kartu kredit menawarkan bunga dan fitur berbeda. Apakah Anda sangat membutuhkan point rewards? Jika tidak, ganti saja kartu kredit Anda ke kartu yang menawarkan bunga lebih rendah atau lakukan transfer balance. Anda akan merasakan perbedaannya saat membayar tagihan setiap bulan.

APRIL: KURANGI JUMLAH REKENING

Sadarkah Anda bahwa memiliki banyak rekening tabungan sama dengan mengeluarkan biaya lebih untuk urusan administrasi buku dan ATM serta potongan pajak. Jika dana yang tersimpan dalam rekening tersebut cukup besar, mungkin tak masalah. Potongan-potongan tersebut akan ditutup oleh bunga tabungan. Namun, jika dananya sedikit?

Lebih baik Anda membuka satu rekening yang bisa memenuhi semua kebutuhan transaksi setiap bulan. Dan, perhatikan bahwa dengan hanya satu rekening ini Anda akan menghemat uang cukup besar dalam setahun nanti.

MEI: REVIEW ASURANSI

Asuransi memang penting untuk berjaga-jaga. Tapi tak semua tawaran yang datang harus Anda iyakan bukan? Jangan terlalu mudah tergiur tawaran mendapatkan keuntungan lebih dari sekadar perlindungan. Misalnya tawaran asuransi plus investsi padahal Anda tidak paham benar aturan mainnya.

Buatlah prioritas. Misalnya, asuransi jiwa cukup satu saja. Lantas, bill Anda memiliki kendaraan pribadi, itu termasuk hal yang wajib Anda asuransikan mengingat kodisi jalan dan biaya perbaikan yang sangat mahal. Intinya, Anda perlu tahu tujuan Anda membeli asuransi. Meski premi kelihatan kecil, kalau diakumulasikan ya banyak juga.

JUNI: SISAKAN UNTUK AMAL

Masih ingat pesan bahwa dalam penghasilan kita terdapat 2,5% harta orang tidak mampu? Nah, berapa pun penghasilan Anda, sisihkan jumlah tersebut dan sumbangkan. Anda bisa memberikannya langsung kepada orang tidak mampu di sekitar Anda atau lewat lembaga/yayasan khusus.

Kebaikan Anda tak hanya membantu mengentaskan kemiskinan, tapi juga bisa menambah rezeki Anda sendiri. Konon, jika kita memberikan sebagian uang kita, maka uang yang kita dermakan, bisa kembali sepuluh kali lipat. Dengan catatan, tentu saja jika sedekah diberikan sepenuh hati.

JULI: EVALUASI

Sudah enam bulan rencana keuangan Anda berjalan. Luangkan waktu di bulan ini untuk me-review apa yang sudah Anda lakukan selama enam bulan terakhir. Anda bisa melihatnya lewat dokumen keuangan yang akan Anda rapikan juga di bulan ini. Dokumen keuangan itu antara lain, slip gaji, struk belanja, bukti pembayaran berbagai tagihan. Berapa banyak uang yang sudah Anda hemat hingga bulan ini dan berapa yang sudah masuk ke tabungan?

AGUSTUS: ATUR THR

Hari Raya Idul Fitri tahun 2009 akan jatuh di bulan ini. Untuk mencegah pengeluaran lebih banyak, hindari menghabiskan Tunjangan Hari Raya alias THR sekaligus. Memegang uang banyak akan membuat Anda belanja barang-barang tidak perlu. So, buat catatan dan berbelanja seminggu sekali, sebulan sebelum hari raya tiba.

SEPTEMBER: BERHENTI MEROKOK

Mengapa resolusi ini perlu masuk dalam catatan keuangan Anda? Karena dana yang digunakan untuk membeli rokok bisa sangat besar jumlahnya. Dan, dana ini tidak pernah masuk ke dalam anggaran bulanan. Jadi, jika Anda gagal merealisasikan rencana berhenti merokok di bulan Januari, sekaranglah saatnya.

OKTOBER: WASIAT

Anda memiliki investasi berupa rumah atau apartemen, sebuah tabungan dengan dana cukup besar dan unitlink? Tidak ada salahnya Anda membuat wasiat. Memang cara ini belum umum di masyarakat kita. Namun, agar harta tidak jatuh ke tangan yang salah jika terjadi sesuatu pada diri Anda, mengapa tidak dicoba. Agar lebih resmi, lakukan di depan notaris. Jangan biarkan orang-orang tersayang Anda susah karena keengganan Anda.

NOVEMBER: BERESKAN PAJAK

Anda sudah menjadi warga negara yang baik dengan memiliki NPWP? Inilah saatnya Anda melaporkan pajak penghasilan dan harta Anda. Kumpulkan semua dokumen yang diperlukan dan mulailah mengisi formulir pajak. Dengan melakukannya jauh-jauh hari, Anda bisa terlepas dari sanksi keterlambatan. Pengisian ini sekaligus menjadi momen untuk Anda me-review apa saja yang Anda miliki, termasuk utang di bank.

DESEMBER: TEMUI FINANCIAL PLANNER

Nah, seluruh langkah sudah Anda jalani.Tabungan pun sudah dimiliki. Kini saatnya Anda mencari tenaga profesional. Temui financial planner yang Anda percaya dan bersiaplah mengembangkan harta yang Anda miliki ke dalam investasi yang tepat.

(Chic/Erma Dwi Kusumastuti)

Sumber : www.kompas.com

Berapa Kredit Point Diri Kita ?

Oke…?!!! Usia kita sudah sekian tahun,

Bagi yang masih duduk di bangku sekolah sudah bisa memahami materi pelajaran ini dan itu, sudah memiliki prestasi dari berbagai cabang olah raga atau ekstrakulikuler…
Bagi yang di bangku kuliah sudah menguasai atau paling tidak memahami salah satu mata kuliah pilihan yang bisa menjadi bekal softskill saat lulus nanti, disamping memiliki kemampuan dalam hal manajemen, komunikasi massa, organisasi, dsb.
Bagi yang berada di dunia kerja juga sama, dalam perkembangannya sudah menguasai spesifiaksi bidang kerjanya… untuk yang di pertambagan sudah memiliki keahlian dalam pengeboran, untuk yang di dunia Teknologi Informasi sudah memiliki keahlian dalam jaringan, pemrograman,dsb…

Namun dari itu semua kita harus bisa melihat bahwa ada benang merah yang memiliki nilai untuk kelanjutan fase keberadaan kita pada masing-2 tahapan. Itulah Kredit Point….
Mengapa demikian?
Karena Kredit Point diri kita adalah potensi yang kita miliki untuk menentukan apakah kita layak untuk naik pada fase yang lebih tinggi atau juga belum.

Sekarang pertanyaannya adalah… Berapa Kredit Point Diri Kita ?

Sawang Sinawang……

“Droon… Sodroooon!!!…. sekarang aku d Jakarta!!!!”
“Lho.. sopo ikiii?”
“Iki Dra’oon?!”
“Eeeeaaalaaahh… Iqbal tah?!!!
Begitulah awal komunikasi dengan teman-teman seperjuangan saat kuliah yang sempat ilang beberapa tahun dan hanya nama julukan yang selalu melekat d ingatan kami.

Seminggu setelah kontak terjadi… baru aku menuju ke sasaran kontrakan Iqbal!
gorengan plus kopi wes menjadi menu “pengingat” kami semua…. ngobrol ngalor-ngidul, cerita sana-sini n perjuangan hidup setelah lulus kuliah…

“Ntar…. bal…. sekarang Cukup, Anjar, Jamal, Ikhsan, Si Ton n konco-2 kuabeh piye kabare?” tanyaku
“Waduh…. Gus.. saiki Cukup (sahabat sharing semua masalah) posisine wes apik d Ungaran…. wes sering kumpul-2 karo Manager”
“weh… mantaaaf!!! lah Anjar?” tanyaku
“Anjar (tukang jualan buku di kampus) saiki wes punya lima toko buku di tiga kota.. Purwokerto, Jogja n Kediri…. dia orang dah punya karyawan hampir 200 orang bayangkan!!!!!!”
“Gileeeee… trus.. truss..?” tanyaku dengan penasaran….
“Jamal dah d posisi atas d Indonet (pas kuliah tukang tarik kabel jaringan)…. Siton wes dadi Sekjen d jakarta (ketua organisai kami pas kuliah)…. Cutek (sering manggung d acara kampus) dah menjadi MC acara Basket d TV One….. Si Koes (tukang potret d kampus) sekarang punya studio foto sendiri….. dst… dst…”
“Alhamdulillah… temen-2 ku wes podo sukses kuabeh?!!!” kataku
“ada no HP.ne tah” kataku lagi…
“Wow ada… neeee?”
pencat-pencet tombol hp pun kami lakukan sampai data temen-2 penuh mengisi daftar Kontak yang ada…

Selang beberapa hari, mereka semua aku hubungii… dan satu sama lain saling memuji posisi dan keadaan satu sama lain… Si A bilang ” Si B sekarang udah mapan”, si B bilang “waduuh.. aq salut… si F udah jadi Kepala Bagian d perusahaanya?!” Si C bilang “Ngerti nggak gus… si A sekarang wes punya posisi kunci di kantor’e”…..

Alhamdulillah………

Demikian ungkapan satu per satu dari sahabat.. sahabat….ku  yang saling memuji dan saling membanggakan satu sama lain atau dalam istilah jawa disebut SAWANG SINAWANG….

Belajar, Kuliah dan Dunia Kerja

Seingat saya, pas waktu kuliah, dosen mata kuliah memberi kita materi cuma konsep-2 saja stlh itu tugas-2 yang membosankan! dan saat tengah semester sudah berjalan, baru diadakan midle test yang kira-kira buat ngukur “nyantol”-nggak otak kita dengan mata kuliah yang kita ambil.
Trus…. setelah satu semester kita menjalani rutinitas perkuliahan maka kita di hadapkan dengan final ato Ujian Akhir Semester yang memiliki kredit point penentu kelulusan mata kuliah.
Begitulah rutinitas kuliah sampai akhirnya 4 – 5 tahun berjalan, baru kita Lulus dengan gelar Sarjana….., Sarjana……, Sarjana…..

Setelah melewati masa pembelajaran (yang padahal sering di isi dengan nongkrong, pacaran, abisin pulsa, demo, ikut organisasi A, B, C, dll) baru kita masuki Dunia Kerja. Dunia yang sebenarnya bisa menjadi cermin atas penguasaan ilmu selama kuliah!, siapa kita, dimana posisi kita jika “berhadapan” dengan lulusan dari Perguruan Tinggi yang lain. dan masih banyak lagiii…

Namun jangan heran jika nanti di Dunia Kerja tidak semua mata kuliah yang kita pelajari akan terpakai di tempat kita berkerja.. paling cuma dua ato tiga… kadang BLAS!! nggaak sama sekali di ajarkan!!!!

So faktor apa yang bisa menjadikan kita untuk tumbuh dan berkembang dalam Dunia Kerja ato kata kerennya Peningkatan Karir!!!
hanya satu… MAU BELAJAR AKAN HAL-HAL BARU?!!!
mau belajar cara kerja mesin, mau belajar prosedur suatu sistem, mau belajar cara menghadapi orang, mau belajar memahami orang, mau belajar A, mau belajar B, dst.. dst…
Sampai akhirnya  tidak akan terasa bahwa kita sudah menguasai dan mampu melakukan A, B, C dst.. dst…
dan karena lingkungan memandang kita memiliki skill di atas rata-2 maka posisi kita naik satu level.. begituuu seterusnya…
so kalo kita melihat orang di sekitar kita bisa menjadi A, menjadi B, menjadi C hal itu adalah hasil dari proses yang mereka lewati dan mau untuk belajar!!!!

Kata BELAJAR memang sangaaat membosankan untuk kita dengarkan tapi jika kita mau  melakukannya dengan Istiqomah maka InsyaAllah hasilnya saaaaaaangat Luar Biasa!!!

InsyaAllah!!!

-Dimana dan Bagaimana Diri Kita Saat Ini Adalah Hasil Dari Keputusan-Keputusan Kecil Yang Kita Ambil Setiap Hari-

Kata siapa biaya hidup di jakarta itu besar?

aku        : “dik…. biaya hidup di jakarta itu besar lho”
pacarku : “halah jare sopo mas…”
aku        : “lha kok bisa?”
pacarku : “harga beras di Jember ama d Jakarta nggak beda-2 amat, harga minyak goreng  d Mojokerto ama                  d Jakarta ya nggak beda-2 amat, harga minyak goreng d Malang ama d Jakarta juga nggak beda-                beda amat”
pacarku : “yang bikin biaya hidup d jakarta besar itu klo kita mlaku-mlaku d mall terus beli barang-2                 nggak d butuhkan itu lho mas, berangkat dari rumah bawa uang Rp. 250.000,- pas pulang dari                 mall uang tinggal Rp.25.000,-” 
pacarku : “trus nyesel soale barang yang di beli ngaaaak d butuhkan semua”
aku        : “Dheg?!”