Posted on November 26, 2007 by fananiku
“Dasar, pasti telat lagi” gumam Jono.
“Udah sabar wae….. ntar kereta apinya yo dateng, tenang… tenang… peace… peace” jawab Gito.
“Pas..! pis…! pas…! pis!, ntar nyampek Surabaya jam berapaa!!!!” balas Jono.
Siang jam 14.10 Jono dan Gito duduk di deretan kursi tunggu di Stasiun Kota Baru kota Malang.
Mereka berdua berencana ke Surabaya untuk cari spare part komputer yang murah meriah [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita | Ditandai: cabe, kereta api, malang, stasiun | Leave a Comment »
Posted on November 25, 2007 by fananiku
Laskar Pelangi adalah sebuah novel yang diangkat dari sebuah kisah nyata di Pulau Belitong yang dapat memberikan inspirasi bagi semua lapisan masyarakat. Bahkan penulis novel ini pernah di undang ke acara Kick Andy Metro TV.
Berawal dari hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu- satunya yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita | 1 Komentar »
Posted on November 25, 2007 by fananiku
ada daging ayam…. trus kerupuk, di tambah sayur…. (gak tau namanya tp enak) plus makanan wajib bangsa kita…. nasi putih!
hmmm… semuanya di susun dalam loyang segi empat plus sambal di tengahnya jd nikmat makannya. dan seperti itulah standar catering karyawan indonesia…
he…3x
jam di kantor menunjukkan angka 21.30 malam.
di ruang accounting sudah sudah tidak ada orang. di [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita | 1 Komentar »
Posted on November 25, 2007 by fananiku
Rambutnya keriting, tubuhnya agak kurus, bajunya tidak match dengan jaman sekarang. pernah sekali aku tanya “baju kamu kok jadul gitu?”
“Alhamdulillah baju ini dari kakaku, masih bagus kok” jawabnya dengan enteng.
itulah fasdi teman satu kampus.
Sepatunya sudah usang dan nampak jelas jahitan untuk menambal sepatunya. setiap hari dia paling rajin sholat dan ke perpustakaan. selama beberapa semester [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita | Leave a Comment »
Posted on November 24, 2007 by fananiku
Cak rokhim adalah sosok warga di desa singosari yang suka berkerja keras.
untuk menghidupi keluarganya cak rokim mengandalkan butiran-butiran kedelai untuk di olah menjadi tempe.
awalnya setiap berangkat ke pasar cak rokim hanya bawa satu sepeda onthel plus dua buah keranjang berisikan tempe hasil buah tangannya. namun tidak dua tiga kali pembeli tempe cak rokim bilang kurang [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita | Leave a Comment »